Sabtu, 15 Maret 2014

waktu ketika ku mentapmu kembali



Tatapan mata kini kian buta

tak akn mungkin bulan meninggalkan malam

tak akan mungkin ombak meninggalkan lautan

tak akan mngkin aku meninggalkan kamu

biarlah kini waktu tak menjawab kita bersatu ataupun tidak

yang ku tahu nanti kan ada waktu

waktu tatapan kamu tak akan menoleh kearah lain selain ke arah aku

Nantikanku di Batas Waktu

Nantikanku di batas waktu
batas waktu yang terbentang jauh
dimana aku, kamu akan bersama selamanya
di akhir tempat peraduan cinta layaknya cinta yusuf dan zulaikha
nantikaku di batas waktu 
ketika aku tak mampu menghela napas lagi
berikan cinta hingga aku telah tak merasakan datangnya fajar kala pagi
berikan aku senyuman ketika jantungku tak lagi memompa darah ke seluruh tubuhku
datanglah.. datanglah..
dan bawa aku pada indah surgaNya
cinta ini kuharap akan tetap terjaga hingga keabadian kita

Rabu, 12 Februari 2014

imajinasi 1


Meraih bintang yang aku ingin mungkin tak akan mampu aku capai dengan mudah, aku mampu menggapai cinta dari rangkaian sayap patah burung yang terbang di kala senja menuju sarangnya. Cinta tak akan diam ketika aku hanya menyerah untuk tidak berusaha mencapai dan mencoba melalui waktu dengan memberikan cinta di sisa waktu yang ada, karena burung – burung itu tak memerlukan jam untuk dia pulang lagi ke sarangnya, seperti cinta yang tak akan pudar dengan terus mengingat bahwa cinta tak memiliki bahkan tak memerlukan alas an untuk terus bersama namun tetap memberikan pesan “senyum indah orang terkasih adalah pupuk kehidupan yang akan selalu menjaga cahaya itu tetap hidup selamanya”
Merasakan cinta seperti deru ombak, dia akan selalu memberikan keindakan dan tidak akan meninggalkan lautan karena ketika ombak meninggalkan lautan, dia akan membuat lautan merasa kesepian. Seperti cinta yang tumbuh dengan setia dan rela berkorban demi kehidupan cintanya. Terkadang orang mampu dengan mudah mengatakan cinta namun, tak jarang juga orang dengan mudah membiarkan cintanya pergi dan menyia-nyiakan begitu saja.
Aku pernah merasakan hal itu, namun diantara langit masih ada langit dan aku mengerti  kini dengan tidak menyia-nyiakan cinta maka cinta pun tak akan meninggalkan kita, bertanya pada alam bahwa aku melihat lautan tetap tersenyum ketika aku memejamkan mata bersama bayangan lelaki yang tak pernah hidup di duniaku, dia tetap menjaga hatiku agar tak terluka olehnya.
Hidup ini tak akan selalu ada dinding-dinding pembatas, pencaya bahwa cinta akan tumbuh bersama kita yang berusaha menumbuhkan cinta itu seperti bunga yang akan selalu tumbuh jika kita selalu menjaganya dengan baik. Aku selalu ingat bahwa di lautan Neptunus selalu menjaga indahnya lautan, dan ketika malam aku selalu melihat diantara langit mendung bulan tak meninggalkan langit dan malam karena dia tetap setia walalu harus tersembunyi oleh awan, begitu pula ketika menjaga hati, kamu tak akan meninggalakan orang yang kamu cinta bahkan ketika kamu melihatnya, maka saat itu pula kamu tak akan menolehkan pandanganmu kea rah manapun selain padanya.

Minggu, 09 Februari 2014

Goresan mengangkasa "Sasa Tantri Nur Afifah": musim gugur di musim hujan

Goresan mengangkasa "Sasa Tantri Nur Afifah": musim gugur di musim hujan: Musim Gugur di Musim Hujan Aku berjalan beriringan bersama angin.. Aku menutup mata bak mengawang ke angkasa Melawan arah sang ang...

Puisi cinta pada sang khalik


Allah …
Lelah menjalani semangat di atas lara berkepanjangan ini
Terowongan yang ku susuri belum juga temukan cahaya itu
Aku takut .. sungguh aku takut
Tetesan air mata ini tak mampu ku bendung
Mengawang tanpa arah ku tak tahu ku kan kembali
Disini aku tak bisa kembali ke arah sebaliknya karena ku tlah jauh dari masaku
Aku menggapai ini sangatlah sulit
Aku tak ingin berhenti sampai disini
Aku tak ingin mati tanpa arti saat ini
Tapi, untuk melanjutkan ini aku tak sanggup Allah
Arti senyumanku adalah mereka yang bahagia dengan adanya aku

musim gugur di musim hujan


Musim Gugur di Musim Hujan
Aku berjalan beriringan bersama angin..
Aku menutup mata bak mengawang ke angkasa
Melawan arah sang angin di depan mata
Daun berguguran namun kini hujan pun menyapa aku tuk selalu tersenyum
Peri cinta berkata “aku membamu kea lam cinta di negeri dongeng”
Oh tuhan ni kuharap nyata..
09 Februari 2014