Rabu, 12 Februari 2014

imajinasi 1


Meraih bintang yang aku ingin mungkin tak akan mampu aku capai dengan mudah, aku mampu menggapai cinta dari rangkaian sayap patah burung yang terbang di kala senja menuju sarangnya. Cinta tak akan diam ketika aku hanya menyerah untuk tidak berusaha mencapai dan mencoba melalui waktu dengan memberikan cinta di sisa waktu yang ada, karena burung – burung itu tak memerlukan jam untuk dia pulang lagi ke sarangnya, seperti cinta yang tak akan pudar dengan terus mengingat bahwa cinta tak memiliki bahkan tak memerlukan alas an untuk terus bersama namun tetap memberikan pesan “senyum indah orang terkasih adalah pupuk kehidupan yang akan selalu menjaga cahaya itu tetap hidup selamanya”
Merasakan cinta seperti deru ombak, dia akan selalu memberikan keindakan dan tidak akan meninggalkan lautan karena ketika ombak meninggalkan lautan, dia akan membuat lautan merasa kesepian. Seperti cinta yang tumbuh dengan setia dan rela berkorban demi kehidupan cintanya. Terkadang orang mampu dengan mudah mengatakan cinta namun, tak jarang juga orang dengan mudah membiarkan cintanya pergi dan menyia-nyiakan begitu saja.
Aku pernah merasakan hal itu, namun diantara langit masih ada langit dan aku mengerti  kini dengan tidak menyia-nyiakan cinta maka cinta pun tak akan meninggalkan kita, bertanya pada alam bahwa aku melihat lautan tetap tersenyum ketika aku memejamkan mata bersama bayangan lelaki yang tak pernah hidup di duniaku, dia tetap menjaga hatiku agar tak terluka olehnya.
Hidup ini tak akan selalu ada dinding-dinding pembatas, pencaya bahwa cinta akan tumbuh bersama kita yang berusaha menumbuhkan cinta itu seperti bunga yang akan selalu tumbuh jika kita selalu menjaganya dengan baik. Aku selalu ingat bahwa di lautan Neptunus selalu menjaga indahnya lautan, dan ketika malam aku selalu melihat diantara langit mendung bulan tak meninggalkan langit dan malam karena dia tetap setia walalu harus tersembunyi oleh awan, begitu pula ketika menjaga hati, kamu tak akan meninggalakan orang yang kamu cinta bahkan ketika kamu melihatnya, maka saat itu pula kamu tak akan menolehkan pandanganmu kea rah manapun selain padanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar